Selasa, 03 April 2012

GUEST LECTURE




Hari Kamis, 29 Maret 2012, diadakan kuliah tamu bersama Anna Dall, B. Sc., M.A., Ph.D. dari Australia. Topik kuliah tamu tersebut adalah “Contemporary Issues in Education”. Dalam kuliah ini, Miss Anna Dall menyampaikan kondisi pendidikan secara global. Kemudian beliau menyampaikan pendidikan di sebuah Negara kecil yang memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, yaitu Finlandia. Pendidikan di Finlandia sangat didasarkan pada talenta atau bakat dasar yang dimiliki anak sehingga di Finlandia tidak mengenal Ujian Nasional. Tingkat minat baca di negara ini juga tinggi. Berbeda dengan Indonesia. Indonesia berada pada level minat baca terendah. Adanya Ujian Nasional justru membuat kualitas pendidikan di Indonesia yang sangat multikultural ini menjadi rendah. Di samping itu, rasanya memang tidak adil jika Ujian Nasional yang hanya mengenakan beberapa mata pelajaran saja diberlakukan di seluruh siswa di Indonesia. Minat mereka berbeda satu sama lain. Jika seorang siswa memiliki bakat dan keunggulan di bidang seni, maka itu tidak akan terbaca oleh Ujian Nasional. Selain itu, perbedaan suku, daerah, dan budaya juga membuat Ujian Nasional semakin tidak efisien untuk diberlakukan. Keadaan Indonesia yang multilingual ini juga semakin menyulitkan penyetaraan mutu pendidikan dengan negara-negara lain yang lebih kecil. Ujian Nasional juga justru menekan siswa serta  membuat siswa cemas sehingga justru tidak dapat mengerjakan Ujian Nasional.


selesai kuliah tamu, saya dan Vita berfoto ria dengan Miss Anna Dall….
CHEEEERSSS….
(^_^)v


EDUCATION FAIR OF SWCU




26-27 Maret 2012, dilaksanakan Education Fair. Di dalam acara ini, ada Faculty Promotion, Scholarship Sharing, Culture Sharing, dan lain-lain. UKSW, yang diwakili oleh tiap fakultasnya, mempresentasikan fakultas masing-masing beserta dengan progdi dan kegiatan-kegiatannya. Tujuan dari presentasi ini adalah untuk mempromosikan fakultas-fakultas yang dimiliki UKSW kepada siswa-siswa SMA. Bebarapa siswa dari SMA-SMA di Salatiga dan sekitarnya datang pada acara ini untuk memperoleh pandangan fakultas apa yang akan mereka ambil setelah mereka lulus nanti.
Scholarship sharing menghadirkan beberapa presentasi program beasiswa baik untuk S1, S2, maupun S3. Beasiswa yang disediakan UKSW untuk mahasiswanya berasal dari pemerintah dan institusi-institusi lainnya. Selain itu ada pula presentasi beasiswa untuk S2 dan S3 yang berasal dari lembaga-lembaga luar negeri seperti Australia, Jepang dan Inggris, yang bekerja sama dengan Indonesia, khususnya UKSW. Presentasi program beasiswa tersebut juga dilengkapi testimoni dari beberapa alumni program beasiswa-beasiswa tersebut. Mereka menceritakan pengalaman mereka masing-masing mulai dari mencari pendaftaran beasiswa, mendaftar beasiswa, menunggu pengumuman, hingga menyelesaikan studi mereka. Mereka juga menceritakan budaya-budaya yang mereka pelajari di negara yang mereka tinggali selama mereka menempuh studi. Mereka juga berbagi tips bagaimana cara memilih program beasiswa, cara mendaftar, cara mengurus administrasi, keberangkatan, serta gaya hidup yang sesuai dengan negara yang mereka tinggali.
Culture Sharing menyajikan sebuah demo memasak dari mahasiswa Jepang yang sedang tinggal di Indonesia. Dua mahasiswa jepang memperkenalkan masakan Jepang IKAYAKI  beserta cara memasaknya. Para peserta Education Fair diberi kesempatan untuk mencicipi masakan mereka.



Terselenggaranya Education Fair selama 2 hari ini member saya kesempatan untuk lebih memikirkan pilihan di masa depan. Salah satu program beasiswa yang membuat saya tertarik adalah Australia Development Scholarships (ADS). Program ini dibiayai oleh pemerintah Australia melalui AusAID untuk program S2 dan S3 di universitas-universitas di Australia. Tujuan program beasiswa ini adalah untuk bekerja sama dengan pemerintah RI menuju Indonesia yang makmur, demokratis, dan aman melalui penyediaan program beasiswa S2 dan S3. Beasiswa ini mencakup tunjangan di berbagai aspek antara lain:
·         Pelatihan Bahasa Inggris di Indonesia sebelum pelaksanaan studi di Australia.
·         Tunjangan hidup sebelum keberangkatan.
·         Biaya pemeriksaan medis dan rontgen untuk pengurusan visa.
·         Asuransi kesehatan.
·         Biaya perjalanan ke Australia sekali jalan (kelas ekonomi).
·         Anggaran pemukiman selama masa studi.
·         Penyertaan keluarga.
·         Program pengenalan akademik di Australia selama 4-6 minggu sebelum pekuliahan.
·         Biaya hidup selama masa studi.
·         Biaya pendidikan untuk level Master atau PhD.
·         Bantuan tutorial tambahan bila dibutuhkan.
·         Kerja lapangan di luar Australia.
·         Biaya perjalanan reuni keluarga.
·         Biaya perjalanan pulang ke Indonesia sekali jalan (kelas ekonomi) setelah lulus.

Persyaratan  dan cara pendaftarannya juga cukup mudah. Standar minimal untuk IPK da TOEFL juga tidak terlalu tinggi.
Info dapat didapat di: